Oh iya ada dua kejadian yang sangat menggelikan dan mengocok perut hanya untuk menertawakan diri sendiri yang sebegitu konyolnya. Di mulai...
Oh iya ada dua
kejadian yang sangat menggelikan dan mengocok perut hanya untuk menertawakan
diri sendiri yang sebegitu konyolnya. Di mulai hari jumat yang begitu cerah yang
mana membawa energi-energi positif dalam diri ini bangkit. Ya pada hari minggu
ku turut ayah ke kota, eh salah dong. Pada sore hari itu tepatnya saya gak ada
angin gak ada hujan, ya emang pada hari itu tidak ada hujan dan tidak berangin
pula tapi panas maimun. Pergilah ke kampus menggunakan motor, karena jarak
antar kampus dan rumah yang begitu lumayan maka saya pun memilih untuk jalan
kaki. Eh bukanlah.., pakai motor kesayangan maksudnya. Motor aja disayang
apalagi kamyuuuuuu, apasih. Saya itu dari rumah ketika mau pergi sudah merasakan
hawa-hawa yang tidak mengenakkan tapi karena sudah dari pagi tuh menyiapkan,
yaudahlah dengan semangat ya dan pedenya
saya pergi aja . biasanya tuh kalau mau berangkat saya itu pasti mengirim
chatan dulu ke teman saya untuk kabar-kabaran, apakah si kaka yang jaganya sudah
datang atau belum. Kalau belum bisa lah kita berlambat sedikit dari waktu yang
ditentukan. Emang ya saya ini mahasis teladan orangnya. Jangan di contoh deh
pokoknya. Nah sore itu tuh saya anaknya main pergi-pergi aja tidak ngechat
teman dulu dan alhasil sesampai di kampus. Dari beberapa meter dari gerbang
depan sudah terlihat kan tuh depan kampusnya. Dalam hati saya bertanya-tanya “kok
sepi ya parkran, apakah hari ini libur program akselerasinya. Tapi kalau
dilihat di parkiranya hanya ada dua motor di bagian tempat dosen dan satu motor
lagi dibagian mahasiswi.” Dengan langkah
yang masih husnuzhon parkirklah saya disebalah motor itu tadi. Masuklah ke
kantin dulu berhubung disana ada kursi-kursi untuk duduk. Menenangkan nafas
yang ngosngosan sambil mengambil handphone untuk menelpon teman saya.
S : nan, hari
ini libur ya akselerasi ? (diawali tanpa salam pula, parah memang wkwk)
T : iya, hari
orang libur hik kalau jum’at memang libur .
S : oh... iya
iya , ya udah assalamualaikum.
Ketika telpon
sudah ditutup. Saya tertawa dong sambil ngakak menertawakan diri sendiri tepatnya.
Ya Allah hik
hik. Kalau orang pada turun kau yang
meliburkan diri tapi ketika orang sudah libur kau mau turun whahaha lucu
syekali ya. sampai pulang tuh di jalan ketawa mulu abis menggelitik banget
kalau teringat . karena pada jumat kemarin itu saya gak turun program jadi saya
kan gak tau. Jadi husnuzhon aja kalau liburnya Cuma hari minggu aja. Itulah makanya
kata orang kalau malu bertanya sesat di jalan. Karena kemalesan ku nanya sama
teman ya begitulah jadinya haha.
Pada malam
harinya terjadi lagi kekonyolan yang diperbuat oleh adek saya sendiri yang
lumayan mengocok perut juga. Malam itu
aku asyik-asyik aja rebahan di kasur sambil nontonin yutup ashiiap. Masuklah adek
saya ke kamar dan terjimbab. Padahal ya gak ada benda-benda yang menghalagi di
situ kenapa dia jadi terjimbab. Ngakaklah saya jadinya. Sambil memengang kaki yang
sakit akibat terjembab tadi, mungkin terkkilir kali kakinya ya. duduklah dia di
depan kasur saya sambil main handphone dan melipat pakaian dia yang menumpuk. Setelah
selesai acara lipat-lipatnya dengan begitu terdesak dia mengangkat pakain itu
untuk di taruh ke lemari. Tiba-tiba aja dia mau keluar dan kejedot tiang pintu
kamar. Ngakak lagi dong saya dibuatnya. Dek... dek kenapa sih kamu emang mata
di taruh di mana wkwk. Sampai tiang pintu aja kagak liat haha. Dia pun juga
ikut tertawa menertawakan dirinya.
Sebenarnya cerita
di atas ini hanyalah secuil kisah yang perlu untuk di abadikan karena sangat
menggelikan sekali menurut saya. Terlepas dari cerita dua paragraf di atas,
padahal tidak ada kaitannya sih sama paragraf berikutnya. Karena saya suka yang
gak nyambung hoho.
Jadi kagalauan-kegalauan
dan keresahan hati yang saya alami akhir-akhir ini itu belum menemukan titik
terangnya. Kenapa ya? saya orangnya sekarang ini seperti kurang bersemangat
gitu mudah lelah, cepat bosanan, dan kurang fokus. Sampai pada waktu dimana
saya mencoba merenung dan berdiam diri sambil mengotak atik beberapa floder di
laptop. Padahal itu hanya sekedar buka tutup buka tutup aja, buka floder film
mau nonton film juga enggak. Buka floder musik padahnal lagi males juga untuk
denger-denger musik karena tidak ada musik dan film baru. Saya juga akhir-akhir
ini mencoba mengurangi mendengar musim dan nonton. Karena saya kalau nonton anaknya
bisa kebablasan sampai lupa waktu deh apalagi kalau nonton drakor bisa sampai
menjelang pagi tuh baru tidur. Kebiasaan yang buruk memang. Tak patutlah
dicontoh manteman. Sampai tiga hari
seperti itu aja bangun pagi tanpa semngat gitu loyo, mood gak baik, bawaanya
pengen ngalamun aja gitu dan uring-uringan gak jelas. Rebahan lagi sampai
akhirnya tertidur dan terulanglah hal itu sampai tiga hari. Sungguh sangat
membosankan. Sampailah pada suatu malam
selepas magrib setelah sholat itu entah kenapa mata ini tu langsung tertuju
kebeberapa deretan buku yang terletak di meja. Yang menarik perhatian mata ini
jatuh pada buku yang membahas sirah nabawi . kebetulan saya punya buku itu pas
waktu masih sekolah aliyah,pelajaran pondoknya menggunakn buku itu. Saya ambilah buku tu dan duduk di pojok kasur kemudian membukanya dengan
acak dan tepat ketika membuka berhenti di mana lembar itu penuh dengan catatan-catatan
kecil artian. Kalau bahasa kami dulu itu menyebutnya mendhobit. Karena dulu itu
kalau buku-buku yang berbahasa asing seperti bahasa inggris dan arab itu gaak ada
dhobitnya gak keren kata kami. kayak gimana gitu ya, seperti kuah yang tak ada
garamnya seakan –akan hambar karena tidak adanya kehadhiran sang dhobit-dhobit
itu. Jadi sambil senyum-senyum tuh baca-baca dhobitanya. Seru juga ya kalau tau
arti ke seluruhan buku iini pasti ceritanya ini rame nih apalagi buku ini berkisah
tentang sejarah nabi, Hmm. kemudian mencobalah memplipir ke mbah google untuk
mencari buku tentang sirah nabawi dan nemulah beberapa pdf. Lalu saya baca tuh,
tapi kenapa ya masih ada yang kurang dan janggal gitu. Masih juga gak nemu
jawabannya. Kemudian baca lagi pdf selanjutnya yang ada malah tambah bosan. Seketika
pun terbesit dipikiran tentang bau. Ya aroma buku yang selama ini tak pernah kau jumpai dan rasakan lagi. Yang saya
kangenin ketika ke perpus itu aroma serat-serat kertas dan buku-bukunya. Ternyata itu toh yang
hilang selama ini dalam diri saya. Dulu itu saya ini anaknya suka sekali baca
mau itu komik, novel dan majalah dibaca tuh semua. Tapi anehnya itu kalau buku
pelajaran mah aku kurang minat wkwk. Saking sukanya baca buku terutama
novel-novel , saya rela berjam-jam duduk untuk baca novel itu sampai kelar.
bisa satu novel dalam satu hari satu malam, sanggup aja saya bacanya saking
gilanya tadi sama buku-buku. Kegiatan membaca
ini lah yang sebenarnya mulai hilang dari diri saya. Di sinilah saya akhirnya
menemukan titik terangnya. Mau itu baca komik atau baca novel, koran , majalah
dan lainnya. itu sangatlah bermanfaat untuk memberikan asupan pada otak kita
untuk lebih berwawasan luas telepas mau itu novel atau buku pelajaran semuanya
berefek ketika kita mau membacanya dan kegiatan itu sangat berfaedah pula.
Sekarang ini masih suka baca-baca tapi bacanya sudah
jarang memegang fissik bukunya lebih sering berkutan dengan pdf-pdf . tapi
tetep aja gitu merasa masih ada yang kurang. Karena pdf-pdf tidak mengeluarkan
aroma-aroma harum seperti buku kalau kita membukanya. Jadi sedikit kurang rilek
dalam hal baca- membaca. Tapi, tiap orang beda-beda sih ada yang lebih suka
buku yang ada fisiknya ada juga orang yang
lebih suka buku-buku digital karena mudah di bawa-bawa tanpa memerlukan ruang
tas yang besar hanya bermodalkan smartphone aja sudah bisa dinikmati
dimana-mana. Beda jika buku-buku yang fisik kalau gak beli atau pergi ke toko
buku dan perpus kita gak akan bisa baca. Kata orang-orang aroma buku itu
berfungsi untuk merileksasikan diri kita juga katanya, biar lebih enjoy santai
saat membaca. Makanya kebiasan aneh saya sering muncul ketika berdekatan dengan
buku-buku bawaannya saya selalu ingin mencium kertas kertasnya untuk menikmati
aromanya membuat saya begitu candu.
Meskipun zaman
sekarang sudah serba canggih buku aja sudah berbentuk digital. Tapi tetaplah
kalian juga perlu sesekali untuk membaca buku fisiknya karena ada beberapa hal
yang tidak bisa dirasakan ketika kita membaca buku digital.
Hayooo kalian
tim yang mana tim yang suka baca-baca pdf atau buku fisik?
sudah menunjukkan pukul 01.07 malam, saatnya
untuk tidur . semoga besok bangun pagi dengan semangat dan produktif .