Refleksi di Bulan November
Dua bulan lagi menuju akhir tahun yang dinantikan semua orang. meski disambut orang dengan suka cita, tapi ada banyak kesedihan yang melanda di dua tahun terakhir ini. dari mulai pandemi yang tak berkesudahan yang berimbas ke berbagai aspek kehidupan, dan juga begitu banyaknya kasus-kasus korupsi di sana sini. anyway, kita tak perlu lah membahas hal itu, karna itu sudah menjadi rahasia umum di negri tercinta kita ini. semua orang dari kalangan atas dan bawah pun sepertinya sudah muak akan kebusukan ini. Terlalu lama aku tidak menyapa dan bertamu diblog ini,mungkin inilah saatnya aku mulai lagi. banyak sekali cerita yang ingin ku tuangkan yang kadang sudah larut ditelan oleh ingatan saja.
Tapak tilas perjalanan yang kujalani akhir-akhir ini. sepertinya mungkin terlihat menyenangkan. ya... ada menyenangkannya juga sih. sejak masuk ke dalam dunia pekerjaan ini tidaklah mudah ferguso. terhitung kurang lebih setengah tahun sudah, aku berkesempatan untuk dapat berkerja yang memang ini tepat sasaran sesuai bidangku. tapi entah kenapa aku selalu membatin ya? ya of crouse karna banyaknya tuntutan dan aturan yang ada yang kadang akhirnya membuat aku strees sendiri. ya wajar lah ya. karna ini adalah sebuah instansi, ya mau tidak mau pasti ada aturan yang berlaku dan tuntutan yang harus dikerjakan. mungkin aku terlalu culture shock aja sih ketika masuk ke dunia kerja ini. walau digadang-gadang tiap bulannya sudah dapat penghasilan yang terjamin masuk rekening. tak bisa diungkiri ketika pertama kali masuk gajih pertama aku. ya pastilah aku sangat senang banget. dan akupun akhirnya berpikir gila woy seneng banget punya penghasilan sendiri. orang kerja mah tidak ada yang mudah. mesti melalui keringat bercucuran badanpun sampai terasa remuk redam, ketika dipaksa untuk "yuk lo harus bisa ini". kerja kerja man. waktu awal-awal aku tak bisa berdamai dengan keadaan ini, sekarang mindsetnya di ubah kita tidak bekerja untuk diri sendiri tapi kita bekerja untuk keluarga kita. ketika kita hanya mengatakan bekerja untuk diri kita saja, itu sungguh egois. mengapa tidak, lo yang selama ini hidup dihidupin keluarga lo masa lo gak ada timbal balikny gitu ke keluarga lo, kan lucu ya.
sampai pada akhirnya ya aku memutuskan untuk berusaha menjalaninya dengan bodo amat tapi tetap memberikan yang terbaik yang aku bisa. yang kupikir sekarang ini adalah aku harus bisa kasih uang bualanan ke orang tuaku rutin dan ngebiayain adeku kuliah sampai lulus. Aamiin yaa rabb.
Harapan yang besar untuk diriku untuk selalu sehat dan selalu bisa bersyukur walau dikeadaan apapun itu. kamu tetap bisa strugling karna innalllah ha ma'ana
Bagi teman-teman yang belum masuk kedunia kerja, ku doakan semoga kalian mendapatkan pekerjaan kalian sesuai bidang kalian. oke deh segitu aja cerita randomku hari ini. besok sudah hari senin lagi saatnya balik ke rutinitas kerja. gaskeun lagi. yok bisa yok.
0 komentar:
Posting Komentar