Oh iya ada dua kejadian yang sangat menggelikan dan mengocok perut hanya untuk menertawakan diri sendiri yang sebegitu konyolnya. Di mulai...

Menghidupakan Kembali Yang Telah Tenggelam

Januari 19, 2020 Ihik 2 Comments


Oh iya ada dua kejadian yang sangat menggelikan dan mengocok perut hanya untuk menertawakan diri sendiri yang sebegitu konyolnya. Di mulai hari jumat yang begitu cerah yang mana membawa energi-energi positif dalam diri ini bangkit. Ya pada hari minggu ku turut ayah ke kota, eh salah dong. Pada sore hari itu tepatnya saya gak ada angin gak ada hujan, ya emang pada hari itu tidak ada hujan dan tidak berangin pula tapi panas maimun. Pergilah ke kampus menggunakan motor, karena jarak antar kampus dan rumah yang begitu lumayan maka saya pun memilih untuk jalan kaki. Eh bukanlah.., pakai motor kesayangan maksudnya. Motor aja disayang apalagi kamyuuuuuu, apasih. Saya itu dari rumah ketika mau pergi sudah merasakan hawa-hawa yang tidak mengenakkan tapi karena sudah dari pagi tuh menyiapkan, yaudahlah  dengan semangat ya dan pedenya saya pergi aja . biasanya tuh kalau mau berangkat saya itu pasti mengirim chatan dulu ke teman saya untuk kabar-kabaran, apakah si kaka yang jaganya sudah datang atau belum. Kalau belum bisa lah kita berlambat sedikit dari waktu yang ditentukan. Emang ya saya ini mahasis teladan orangnya. Jangan di contoh deh pokoknya. Nah sore itu tuh saya anaknya main pergi-pergi aja tidak ngechat teman dulu dan alhasil sesampai di kampus. Dari beberapa meter dari gerbang depan sudah terlihat kan tuh depan kampusnya. Dalam hati saya bertanya-tanya “kok sepi ya parkran, apakah hari ini libur program akselerasinya. Tapi kalau dilihat di parkiranya hanya ada dua motor di bagian tempat dosen dan satu motor lagi dibagian mahasiswi.”  Dengan langkah yang masih husnuzhon parkirklah saya disebalah motor itu tadi. Masuklah ke kantin dulu berhubung disana ada kursi-kursi untuk duduk. Menenangkan nafas yang ngosngosan sambil mengambil handphone untuk menelpon teman saya.
S : nan, hari ini libur ya akselerasi ? (diawali tanpa salam pula, parah memang wkwk)
T : iya, hari orang libur hik kalau jum’at memang libur .
S : oh... iya iya , ya udah assalamualaikum.
Ketika telpon sudah ditutup. Saya tertawa dong   sambil ngakak  menertawakan diri sendiri tepatnya.
Ya Allah hik hik. Kalau  orang pada turun kau yang meliburkan diri tapi ketika orang sudah libur kau mau turun whahaha lucu syekali ya. sampai pulang tuh di jalan ketawa mulu abis menggelitik banget kalau teringat . karena pada jumat kemarin itu saya gak turun program jadi saya kan gak tau. Jadi husnuzhon aja kalau liburnya Cuma hari minggu aja. Itulah makanya kata orang kalau malu bertanya sesat di jalan. Karena kemalesan ku nanya sama teman ya begitulah jadinya haha.

Pada malam harinya terjadi lagi kekonyolan yang diperbuat oleh adek saya sendiri yang lumayan mengocok perut juga.  Malam itu aku asyik-asyik aja rebahan di kasur sambil nontonin yutup ashiiap. Masuklah adek saya ke kamar dan terjimbab. Padahal ya gak ada benda-benda yang menghalagi di situ kenapa dia jadi terjimbab. Ngakaklah saya jadinya. Sambil memengang kaki yang sakit akibat terjembab tadi, mungkin terkkilir kali kakinya ya. duduklah dia di depan kasur saya sambil main handphone dan melipat pakaian dia yang menumpuk. Setelah selesai acara lipat-lipatnya dengan begitu terdesak dia mengangkat pakain itu untuk di taruh ke lemari. Tiba-tiba aja dia mau keluar dan kejedot tiang pintu kamar. Ngakak lagi dong saya dibuatnya. Dek... dek kenapa sih kamu emang mata di taruh di mana wkwk. Sampai tiang pintu aja kagak liat haha. Dia pun juga ikut tertawa menertawakan dirinya.

Sebenarnya cerita di atas ini hanyalah secuil kisah yang perlu untuk di abadikan karena sangat menggelikan sekali menurut saya. Terlepas dari cerita dua paragraf di atas, padahal tidak ada kaitannya sih sama paragraf berikutnya. Karena saya suka yang gak nyambung hoho.

Jadi kagalauan-kegalauan dan keresahan hati yang saya alami akhir-akhir ini itu belum menemukan titik terangnya. Kenapa ya? saya orangnya sekarang ini seperti kurang bersemangat gitu mudah lelah, cepat bosanan, dan kurang fokus. Sampai pada waktu dimana saya mencoba merenung dan berdiam diri sambil mengotak atik beberapa floder di laptop. Padahal itu hanya sekedar buka tutup buka tutup aja, buka floder film mau nonton film juga enggak. Buka floder musik padahnal lagi males juga untuk denger-denger musik karena tidak ada musik dan film baru. Saya juga akhir-akhir ini mencoba mengurangi mendengar musim dan nonton. Karena saya kalau nonton anaknya bisa kebablasan sampai lupa waktu deh apalagi kalau nonton drakor bisa sampai menjelang pagi tuh baru tidur. Kebiasaan yang buruk memang. Tak patutlah dicontoh manteman.  Sampai tiga hari seperti itu aja bangun pagi tanpa semngat gitu loyo, mood gak baik, bawaanya pengen ngalamun aja gitu dan uring-uringan gak jelas. Rebahan lagi sampai akhirnya tertidur dan terulanglah hal itu sampai tiga hari. Sungguh sangat membosankan.  Sampailah pada suatu malam selepas magrib setelah sholat itu entah kenapa mata ini tu langsung tertuju kebeberapa deretan buku yang terletak di meja. Yang menarik perhatian mata ini jatuh pada buku yang membahas sirah nabawi . kebetulan saya punya buku itu pas waktu masih sekolah aliyah,pelajaran pondoknya menggunakn  buku itu. Saya ambilah buku tu dan duduk  di pojok kasur kemudian membukanya dengan acak dan tepat ketika membuka berhenti di mana lembar itu penuh dengan catatan-catatan kecil artian. Kalau bahasa kami dulu itu menyebutnya mendhobit. Karena dulu itu kalau buku-buku yang berbahasa asing  seperti bahasa inggris dan arab itu gaak ada dhobitnya gak keren kata kami. kayak gimana gitu ya, seperti kuah yang tak ada garamnya seakan –akan hambar karena  tidak adanya kehadhiran sang dhobit-dhobit itu. Jadi sambil senyum-senyum tuh baca-baca dhobitanya. Seru juga ya kalau tau arti ke seluruhan buku iini pasti ceritanya ini rame nih apalagi buku ini berkisah tentang sejarah nabi, Hmm. kemudian mencobalah memplipir ke mbah google untuk mencari buku tentang sirah nabawi dan nemulah beberapa pdf. Lalu saya baca tuh, tapi kenapa ya masih ada yang kurang dan janggal gitu. Masih juga gak nemu jawabannya. Kemudian baca lagi pdf selanjutnya yang ada malah tambah bosan. Seketika pun terbesit dipikiran tentang bau. Ya aroma buku yang selama ini tak pernah  kau jumpai dan rasakan lagi. Yang saya kangenin ketika ke perpus itu aroma serat-serat  kertas dan buku-bukunya. Ternyata itu toh yang hilang selama ini dalam diri saya. Dulu itu saya ini anaknya suka sekali baca mau itu komik, novel dan majalah dibaca tuh semua. Tapi anehnya itu kalau buku pelajaran mah aku kurang minat wkwk. Saking sukanya baca buku terutama novel-novel , saya rela berjam-jam duduk untuk baca novel itu sampai kelar. bisa satu novel dalam satu hari satu malam, sanggup aja saya bacanya saking gilanya tadi sama buku-buku.  Kegiatan membaca ini lah yang sebenarnya mulai hilang dari diri saya. Di sinilah saya akhirnya menemukan titik terangnya. Mau itu baca komik atau baca novel, koran , majalah dan lainnya. itu sangatlah bermanfaat untuk memberikan asupan pada otak kita untuk lebih berwawasan luas telepas mau itu novel atau buku pelajaran semuanya berefek ketika kita mau membacanya dan kegiatan itu sangat berfaedah pula.  

Sekarang ini  masih suka baca-baca tapi bacanya sudah jarang memegang fissik bukunya lebih sering berkutan dengan pdf-pdf . tapi tetep aja gitu merasa masih ada yang kurang. Karena pdf-pdf tidak mengeluarkan aroma-aroma harum seperti buku kalau kita membukanya. Jadi sedikit kurang rilek dalam hal baca- membaca. Tapi, tiap orang beda-beda sih ada yang lebih suka buku yang ada fisiknya ada juga orang  yang lebih suka buku-buku digital karena mudah di bawa-bawa tanpa memerlukan ruang tas yang besar hanya bermodalkan smartphone aja sudah bisa dinikmati dimana-mana. Beda jika buku-buku yang fisik kalau gak beli atau pergi ke toko buku dan perpus kita gak akan bisa baca. Kata orang-orang aroma buku itu berfungsi untuk merileksasikan diri kita juga katanya, biar lebih enjoy santai saat membaca. Makanya kebiasan aneh saya sering muncul ketika berdekatan dengan buku-buku bawaannya saya selalu ingin mencium kertas kertasnya untuk menikmati aromanya membuat saya begitu candu.

Meskipun zaman sekarang sudah serba canggih buku aja sudah berbentuk digital. Tapi tetaplah kalian juga perlu sesekali untuk membaca buku fisiknya karena ada beberapa hal yang tidak bisa dirasakan ketika kita membaca buku digital.

Hayooo kalian tim yang mana tim yang suka baca-baca pdf atau buku fisik?
sudah menunjukkan pukul 01.07 malam, saatnya untuk tidur . semoga besok bangun pagi dengan semangat dan produktif .

2 komentar: