Tulisan ini terinspirasi dari blognya kevin chocs. Mengingat blog ini pun juga udah lama gak dibesuk. Maka dair itu, mari kita mengencangkan...

Memalukan Day 1 #30DayWritingChallenge

Mei 25, 2022 Ihik 0 Comments




Tulisan ini terinspirasi dari blognya kevin chocs. Mengingat blog ini pun juga udah lama gak dibesuk. Maka dair itu, mari kita mengencangkan otot-otot jari ini lagi dan meninggalkan jejak.

Pernah gak sih kalian ada di posisi yang lagi malas banget untuk menuangkan isi pikiran, dan hati ini ke dalam sebuah tulisan. Alhasil ketika kamu tidur sambil mikir membuat jalan cerita sampai akhirnya ketiduran. Aku, aku sering kali seperti itu, emang kocak ya.
Anw Bus way
Memalukan, kejadian ini sangat memalukan tapi dulu aku merasa biasa aja, mungkin karna lugu, bodoh atau terlalu polos memang beda tipis. Dihari itu aku dan temanku namanya ikah, kita berdua pergi ke sekolah lanjutan tingkat mts di kotaku, ya untuk daftar sekolah lah ya. Sembari menguji nyali agar mandiri. Kata orang tua saya kalau kamu sudah lulus sd, sudah bisa mandiri ini dan itu, kemana-mana sendiri cuma mengandalkan diri sendiri aja. belajar untuk tidak meminta bantuan orang tua lagi. Langsung lah tuh kita praktek, langkah awal menjadi jati diri yang mandiri dengan cara daftar ke sekolah baru sendiri. Ujuk-ujuklah kita naik sepeda ke tempat sekolah itu yang lumayan jauh, jarak yang ditempuh sekitar 15 menit dari rumah kita. Waktu itu sih dipikiran kita karna bersemangat jadi gak berasa capek. Karna pada waktu itu, orang-orang dan anak seumuran kami masih suka memakai sepeda kemana-mana termasuk untuk sekolah. Beda zaman kalau sekarang anak-anak lebih suka motoran. bahkan anak kelas 6 sd aja udah bisa motoran (sungguh cepat dunia berkembang), Hmm padahal itu pun belom punya sim. dulu kayanya untuk anak sekolah dasar masih awam sudah lihai berkendara. lanjut lagi, Nah setelah sampai di di depan gerbang sekolah tersebut, berhentilah kita. Terlintas ingatan yang mengatakan bahwa kemarin itu sejak ingin masuk sekolah itu bersamaan dengan teman kakak saya ngajak  kalo mau daftar, sok daftar aja kesana. Entah kenapa problem kami saat itu adalah bingung mau markir sepeda dimana. Lalu bertanyalah sama si temen kakak tadi. Dia pun menyarankan untuk parkir aja sepdanya di depan kampus kaka itu. Yang mana kampus itu juga masih satu komplek sama sekolah yang kita tuju. Hari yang ditentukan untuk mendaftar pun tiba. Kami pun berangkat ke sekolah tersebut dengan pedenya kami markir sepeda kami di depan kampus yang kaka itu sarankan. Dengan lalalala kami pun selesai mendaftar masuk sekolah baru. Singkat cerita akhirnya bersekolahlah kami disana sampai dimana ada momen kami menyadari bahwa tempat itu adalah tempat parkir untuk santri laki-laki, seketika kamipun ngakak hebat. Ya pantes aja kalau diingat-ingat dulu itu pas markir ditempat itu yang mana itu masuk wilayah santri laki-laki saja. Mereka semua pada syok mungkin ya, mungkin yang ada dipikiran mereka saat itu, ni kenapa 2 bocah cewek nyasar ke are ini. Disana kan khususan kaum lelaki saja, sambil menatap dengan tatapan aneh kami.  Karna saat itu kami terlalu pede, santuy aja mah kami markir disana tanpa ada rasa yang janggal sedikitpun dengan keadaan. Qoute yang bisa didapat, jadilah pede agar kamu tidak malu.

Tulisan ini dibuat dalam rangka menantang diri untuk keluar dari ZONA NYAMAN.

0 komentar: